5.11.11

Faktor-faktor dan Aspek-aspek Minat


Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
Sujanto (1986) mengatakan bahwa minat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1.    Pengetahuan, yaitu untuk mengetahui pada diri seseorang maka sangat diperlukan adanya pengetahuan atau informasi tentang kegiatan atau objek yang diminatinya.
2.    Pengamatan, adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan indera.
3.    Tanggapan, yaitu gambaran pengamatan yang ditinggal dikesadaran sesudah mengamati.
4.    Persepsi, yaitu menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia.
5.    Sikap, adalah kesadaran diri manusia yang menggerakkan untuk bertindak menyertai manusia dalam menanggapi objek.
Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, reaksi terhadap stimulus, persepsi terhadap stimulus dan sikap terhadap stimulus yang sedang dihadapi berupa perasaan sadar dalam menanggapi objek.
Aspek-aspek Minat
Menurut Hurlock (1978:116) aspek-aspek minat adalah sebagai berikut:
1.    Aspek kognitif
Didasarkan pada konsep yang dikembangkan siswa mengenai bidang yang berkaitan dengan minat.
2.    Aspek afektif
Bobot emosional konsep yang membangun aspek kognitif minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan oleh minat.
Minat adalah sebuah aspek psikologis yang dipengaruhi oleh pengalaman afektif yang berasal dari minat itu sendiri. Aspek-aspek minat dijelaskan oleh Pintrich dan Schunk (1996:304) sebagai berikut:
1.    Sikap umum terhadap aktivitas (general attitude toward the activity), yaitu perasaan suka tidak suka, setuju tidak setuju dengan aktivitas, umumnya terhadap sikap positif atau menyukai aktivitas.
2.    Kesadaran spesifik untuk menyukai aktivitas (specivic conciused for or living the activity), yaitu memutuskan untuk menyukai suatu aktivitas atau objek.
3.    Merasa senang dengan aktivitas (enjoyment of the activity), yaitu individu merasa senang dengan segala hal yang berhubungan dengan aktivitas yang diminatinya.
4.    Aktivitas tersebut mempunyai arti atau penting bagi individu (personal importence or significance of the activity to the individual).
5.    Adanya minat intriksik dalam isi aktivitas (intrinsic interes in the content of the activity), yaitu emosi yang menyenangkan yang berpusat pada aktivitas itu sendiri.
6.    Berpartisipasi dalam aktivitas (reported choise of or participant in the activity) yaitu individu memilih atau berpartisipasi dalam aktivitas.
Aspek-aspek minat menimbulkan daya ketertarikan dibentuk oleh dua aspek yaitu kognitif dan afektif berupa berupa sikap, kesadaran individual, perasaan senang, arah kepentingan individu, adanya ketertarikan yang muncul dari dalam diri, dan berpartisipasi terhadap apa yang diminati.

Pustaka:
Hurlock, B, Elizabeth. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga
Pintrich, R. P dan Schunk. D. H. 1996. Motivation in Education, Theory Research  and Application. New Jesney. Prentice Hall.